
Dengarlah wahai angin,,,,,,,
Nyanyian sunyiku mengitari sukma dan raga,,,,
Gejolaknya tak lagi menyergahku dari tangis sendu,,,
Membuat terdayu,,,
Tergugu,,,
Terpaku dalam getaran rindu,,,,
setiap waktu,,,
Sebongkah harap membatu dengan cemas berkepanjangan,,,,,
menyudutkanku dengan cinta dalam satu nama,,,,
Adakah samapi saat-saat itu ???
Menatap matanya bersama mataku,,,,,,,,,,,,,,,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar